18 Penyebab Mata Merah Yang Tak Banyak Orang Tahu
18-Penyebab-MATA-MERAH-Yang-Tak-Banyak-Orang-Tahu-Vitamin-Mata-EYEVIT.jpg

Setiap orang pastilah pernah mengalami mata merah. Kondisi ini umumnya disebabkan karena membengkak atau melebarnya pembuluh darah di sklera (bagian luar mata yang berwarna putih).

Kasus mata merah dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata. Umumnya kondisi ini dibarengi dengan gejala lain seperti sakit mata, gatal, keluarnya cairan/ kotoran, mata bengkak, hingga pandangan kabur. Namun ada pula kondisi mata merah yang tidak sampai menimbulkan iritasi sama sekali.

 

Definisi mata merah

Istilah mata merah sebenarnya mengarah kepada mata merah, iritasi, dan bloodshot (merah karena lelah). Tapi kondisi ini juga dapat merujuk pada:

  • Perdarahan subkonjungtiva atau pecahnya pembuluh darah di sklera
  • Blefaritis atau radang kelopak mata
  • Stye (hordeolum) atau yang terkenal dengan istilah bintitan
  • Efek kontak lensa
  • Mata merah dalam foto
 

Penyebab umum mata merah

Mata merah umumnya disebabkan karena alergi, mata lelah, terlalu lama mengenakan lensa kontak, atau infeksi mata umum seperti konjungtivitis. Meski demikian, kondisi mata merah seringkali juga bisa merupakan gejala penyakit mata yang lebih serius, katakanlah glaukoma atau uveitis. Memang ada berbagai penyebab mata merah. Beberapa di antaranya bisa diatasi dengan mengonsumsi vitamin mata secara rutin. Namun kalau mata merah tak kunjung hilang atau bahkan bertambah parah, segeralah periksakan diri ke dokter mata.

 

Untuk lebih detilnya, mari kita simak apa saja penyebab umum mata merah itu:

1.Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan salah satu penyebab mata merah paling umum yang sifatnya menular. Seringkali anak-anaklah yang mengidap infeksi pada konjungtiva (selaput bening bagian depan mata) tersebut. Untuk mengatasinya, diperlukan diagnosa lebih lanjut karena beda jenis konjungtivitisnya, beda pula perawatannya.

2.Mata kering

Sindrom mata kering terjadi saat produksi air mata berkurang baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. Ini membuat mata tidak terlumasi dan ternutrisi dengan maksimal. Meski sindrom mata kering mungkin belum ada obatnya, namun kondisi ini tetap bisa dirawat, salah satunya dengan meneteskan air mata buatan secara berkala.

3.Alergi

Saat sistem imun bereaksi terhadap substansi dari luar, seperti debu, bahan kimia dari makeup atau lensa kontak, atau lainnya, tubuh memberikan respon dengan merilis histamin. Histamin inilah yang menyebabkan pembuluh darah di mata melebar sehingga kondisinya jadi merah dan berair.

4.Lensa kontak

Satu lagi penyebab mata merah paling umum, yakni mengenakan lensa kontak terlalu lama, atau karena softlens kurang dirawat dengan benar. Mata merah selagi memakai lensa kontak juga bisa jadi gejala dari infeksi mata berbahaya seperti keratitis atau infeksi jamur. Jadi kalau mata merah setelah mengenakan softlens, segera lepas itu dan kunjungi dokter mata.

Hal lain yang perlu diketahui adalah, lensa kontak juga dapat memperparah sindrom mata kering karena sifatnya yang membatasi jumlah oksigen di kornea. Untuk meminimalisir mata merah, selalu jaga kebersihan lensa kontak dan ganti itu secara berkala.

5.Computer Vision Syndrome (CVS)

Menatap layar komputer terlalu lama dapat menyebabkan CVS yang ditandai dengan mata merah, lelah, serta timbulnya sensasi terbakar. Ini terjadi karena saat menatap layar, biasanya mata jarang dikedipkan sehingga menjadi kering.

Untuk mencegah CVS, lakukan break secara berkala, kenakan kacamata khusus, atau tetesi mata agar tetap lembab dan sehat.

6.Cedera

Cedera, termasuk usai menjalani operasi kelopak mata, bisa membuat indera penglihatan merah dan seringkali kondisi ini dibarengi dengan perdarahan subkonjungtiva. Cedera mata yang timbul bisa bervariasi mulai dari ringan (abrasi kornea) hingga parah. Apapun tingkatannya, konsultasikan solusinya dengan dokter.

7.Bisul kornea

Infeksi pada kornea, termasuk bisul, sangat berbahaya karena dapat mengancam kemampuan melihat. Di samping mata merah, bisul kornea seringkali menimbulkan gejala lain seperti sakit mata, berkurangnya daya lihat, serta keluarnya kotoran dari mata. Bisul mata ini biasanya muncul akibat infeksi yang tak segera ditangani.

8.Herpes okular atau herpes mata

Penyebab herpes mata adalah infeksi virus herpes simplex (HSV-1), virus yang menyebabkan cold sores atau luka demam di sekitar mulut. Gejala herpes okular ini antara lain, mata merah, bengkak, sakit, keluar cairan, hingga sensitivitas terhadap cahaya.

Kalau tak segera diobati, herpes mata dapat meninggalkan parut pada kornea sehingga pada beberapa kasus, diperlukan transplantasi kornea agar mata dapat melihat lagi.

9.Uveitis

Radang pada uvea ini umumnya ditandai dengan mata merah, sensitivitas cahaya, serta gangguan penglihatan seperti pandangan kabur. Ada banyak penyebab uveitis, beberapa seperti infeksi, cedera, atau penyakit autoimun. Jika tak segera diobati, uveitis dapat menyebabkan ablasi retina, katarak, serta hipertensi mata, yang kesemuanya berujung pada kebutaan.

10.Glaukoma

Pada kebanyakan kasus, glaukoma tidak menimbulkan gejala. Namun tiba-tiba, mata jadi sakit, merah dan seperti melihat lingkaran cahaya. Menurunnya daya lihat serta mual seringkali jadi ciri AACG (Acute Angle-Closure Glaucoma), yang mana sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kebutaan permanen.

11.Obat tetes mata

Produk obat tetes yang dijual di pasaran seringkali mengandung vasokonstriktor, zat kimia yang berfungsi menyempitkan pembuluh darah. Ironisnya, jika dipakai dalam jangka waktu lama, zat ini justru berbahaya bagi mata. Tak hanya membuat mata jadi kebal, pemakaian obat tetes berlebihan juga bisa memperparah mata merah karena menimbulkan hiperemia.

12.Pilek dan flu

Mata merah dan berair, terutama saat batuk atau bersin, merupakan salah satu gejala flu yang cukup lazim. Hal ini terjadi karena sinus terinfeksi atau tersumbat.

13.Kehamilan

Perubahan hormon saat hamil bisa memengaruhi mata dalam berbagai cara. Di samping membuat mata merah, kering, gatal, hingga sensitif terhadap cahaya, kehamilan juga dapat mengubah bentuk kornea sehingga Anda mengalami intoleransi terhadap lensa kontak atau pandangan kabur. Untungnya, kondisi ini bisa sembuh sendirinya dalam beberapa minggu setelah melahirkan.

14.Rokok

Lebih dari sekedar menyebabkan mata merah, kering, dan gatal, rokok juga meningkatkan risiko degenerasi makula, katarak, serta uveitis.

15.Alkohol

Konsumsi alkohol berlebih juga dapat menjadikan mata merah. Alasannya karena alkohol menurunkan kadar oksigen di sel pembuluh darah sehingga itu jadi menggumpal.

16.Lingkungan

Udara kering, debu, asap rokok, hingga paparan sinar matahari berlebih juga dapat menyebabkan mata merah. Goresan pada kornea saat menggosok mata usai kemasukan debu dapat menyebabkan cedera mata serius. Karenanya, selalu kenakan kacamata pelindung kalau pekerjaan atau lingkungan sekitar rawan mencederai mata, dan jangan sesekali menggosok mata terlalu keras.

17.Kurang tidur

Kurang tidur tak hanya bikin mata bengkak dan dihiasi lingkar hitam saja, tapi menggosok mata ngantuk juga bisa menyebabkannya merah.

18.Berenang

Klorin, bakteri, dan partikel lain dalam air kolam bisa membuat mata merah. Guna mencegahnya, kenakan kacamata berenang, dan hindari berenang dengan memakai lensa kontak karena dapat meningkatkan infeksi mata berbahaya seperti Acanthamoeba keratitis.

Jadi itulah tadi beberapa penyebab mata merah yang perlu Anda ketahui dan juga waspadai.

Vitamin Mata Eyevit mengandung bilberry, lutein, dan zeaxanthin untuk menjaga kesehatan mata dan mengobati mata minus
Copyright 2017 @ Eyevit
Disclaimer