Tips Menghadapi Anak Berkacamata
Tips-Menghadapi-Anak-Berkacamata-Vitamin-Mata-EYEVIT.jpg

Anak berkacamata pada anak bisa terjadi karena dua hal. Pertama memang karena sudah bawaan sejak lahir, atau bisa juga karena kurang tepat memakai dan merawat mata. Alasan yang kedua ini yang paling umum terjadi pada anak sekarang. Akhirnya mereka harus memakai kacamata untuk menjaga agar kebutuhan lensanya tidak terus bertambah besar. Penggunaan kacamata sendiri beragam penyebabnya, bisa karena mata minus, silinder atau bahkan mata plus. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan?

Sekarang lebih banyak anak berkacamata lantaran kurang tepat dalam menggunakan mata. Kebiasaan membaca dengan jarak terlampau dekat, Begitu juga sewaktu menonton televisi atau bermain gadget. Jeleknya penerangan selama membaca, dan tidak sesuainya posisi sewaktu membaca turut menjadi penyebab anak berkacamata.

 

Menggunakan mata yang ideal

Jarak baca ideal sekurang-kurangnya sepenggaris atau sekitar 30 Cm, dengan kuat penerangan sekitar 60 watt, sumber penerangan datang dari arah belakang. Lebih menyehatkan memilih lampu pijar ketimbang lampu neon. Getaran cahaya neon sewaktu membaca sama tidak menyehatkannya seperti membaca di atas kendaraan.

Menonton televisi idealnya berjarak tak kurang dari enam kali lebar diagonal ukuran televisi. Perhatikan pula radiasi pancaran cahaya dari layar televisi bila menonton tepat di depan layarnya. Mungkin perlu dipertimbangakan memakai layar penangkal radiasi. Ketinggian letak televisi harus sejajar dengan lapangan pandangan. Tidak lebih tinggi sehingga kepala mendongak, atau kelewat rendah sehingga harus menunduk sewaktu memandang layar televisi.

Mengawasi dalam penggunan gadget seperti menyuruhnya beristirahat sejenak setelah menggunakan terus gadget selama 30 menit .

Kasus kelainan mata bawaan lahir tentu tak mungkin kita cegah, karena menyimpangnya pembentukan bolamata berlangsung sejak di kandungan ibu. Sedangkan kelainan mata anak dengan rabun jauh dapat dicegah bila tepat menggunakan mata. Jika sudah telanjur harus berkacamata, kelainan visus atau ketajaman penglihatan mungkin tidak bisa dipulihkan sempurna. Namun kita bisa berusaha agar lensanya tidak bertambah.

 

Gunakan kacamata, dan lindungi dengan vitamin A

Gangguan ketajaman penglihatan terletak pada sumbu bolamata yang abnormal, atau karena struktur bolamata terlalu lonjong. Tidak sesuainya sumbu bolamata sehingga cahaya dari luar jatuhnya tidak tepat di titik api (fokus). Dengan bantuan lensa, apakah lensa minus ataukah lensa positif, menjadikan bayangan yang kita lihat jatuh tepat di fokus. Hanya bila bayangan jatuh di fokus, maka mata melihat tajam, selain itu penggunaan kacamata mencegah mata mudah lelah karena mata terbantu dalam memfokuskan objek.

Ketajaman penglihatan atau visus diatasi dengan menambah vitamin mata. Pemberian suplemen yang mencukupi kebutuhan vitamin mata seperti vitamin A, lutein dan zeaxanthin dapat membantu meningkatkan sensitivitas retina.

 

Lebih mudah mencegah tidak berkacamata

Tentu mencegah jangan sampai berkacamata jauh lebih baik. Mengapa? Karena sekali visus sudah menurun akibat tak tepat memakai mata, sukar dipulihkan. Namun bila diupayakan mencegahnya, dengan cara tepat menggunakan mata sebagaimana sudah disebutkan di atas, biayanya lebih murah, dan mata terbebas dari keharusan berkacamata.

Anak sekarang lebih banyak memakai matanya dalam kegiatan kesehariannya. Bukan saja untuk membaca, terlebih di luar kegiatan membaca, seperti bermain games, menatap layar komputer. Kegiatan seperti itu yang memperbesar risiko untuk berkacamata.

Biasakan membaca dengan posisi duduk tegak. Bahan bacaan diletakkan pada meja dengan sandaran, sehingga posisi bacaan dengan kemiringan sekitar 30 derajat. Penerangan memadai dari arah belakang, menjadikan jarak baca terjaga konstan sepenggaris jauhnya. Tidak terlalu dekat, tidak juga menjadi lebih jauh. Membaca di luar cara itu, jarak baca menjadi tidak ideal, dan selalu berubah-ubah, selain kuat penerangan, dan arah terang belum tentu sesuai dengan kebutuhan mata.

Selain itu cukupilah kebutuhan vitamin matanya, biasakan anak untuk mengkonsumsi sayur dan buah, terutama yang tinggi akan vitamin A, lutein dan zeaxanthin. Bila memang anak sulit untuk mengkonsumsi sayur dan buah, Anda dapat melengkapinya dengan asupan suplement vitamin mata, pastikan Anda memilih supplement yang lengkap sehingga dapat mencukupi kebutuhan vitamin matanya.

 

Tips untuk mengurangi atau mencegah penggunaan kacamata:

  • Latih anak agar terbiasa memakai kaca mata sesuai anjuran dokter
  • Ajak anak memandang kehijauan pohon dari kejauhan saat berisirahat tak berkacamata
  • Ajari anak menjaga keamanan mata serta kaca-matanya, misal saat berolah-raga, tidur, amannya melepas sementara kacamatanya
  • Biasakan anak membersihkan kacamatanya tiap hari, mencucinya dengan sabun-cair peluruh lemak, segera melap dengan tisu saat kaca mata basah. Cara demikian menjaga keawetan lensa maupun memelihara agar pandangan mata tak terganggu oleh lensa yang buram.
  • Periksakan ukuran visus mata  secara berkala ke dokter mata atau ahli opsiometris
  • Lengkapi asupan vitamin matanya.
Vitamin Mata Eyevit mengandung bilberry, lutein, dan zeaxanthin untuk menjaga kesehatan mata dan mengobati mata minus
Copyright 2017 @ Eyevit
Disclaimer