Yuk, Kenali Penyebab Hyperopia Pada Mata Anak
yuk_kenali_hiperopia.jpg

Hyperopia atau yang umum dikenal dengan istilah mata plus atau rabun dekat, merupakan kelainan pada mata dimana bayangan optik jatuh di belakang retina. Penderita hyperopia biasanya akan kesulitan melihat objek dalam jarak dekat. Umumnya penderita hyperopia merupakan orang-orang di atas usia 40 tahun dan lansia, namun ternyata, anak-anak pun memiliki kemungkinan menderita hyperopia.

Anak dengan hyperopia akan mengalami kesulitan untuk melihat objek-objek dalam jarak dekat. Karenanya, kegiatan seperti membaca buku, bermain gadget, dan mengetik pun menjadi sulit untuk mereka lakukan. Faktor penyebab hyperopia pada anak yang paling kuat adalah faktor genetik. Jika Anda atau pasangan menderita rabun dekat, maka kemungkinan anak Anda menderitanya pun lebih besar.

Mendeteksi hyperopia pada anak di usia dini mungkin merupakan hal yang agak sulit dilakukan, karena anak belum benar-benar mengerti kerja mata secara normal dan tanda-tanda hyperopia. Pada artikel ini, Eyevit akan menjelaskan beberapa gejala hyperopia yang harus Anda ketahui. Simak penjelasan berikut ini!

1. Pandangan Kabur/Berbayang dan Kesulitan Melihat Objek Jarak Dekat

Waspadai ketika anak mulai mengeluhkan penglihatannya yang buram/berbayang ketika meilhat objek dalam jarak yang dekat. Gejala ini biasanya terjadi pada malam hari, disaat penerangan lebih minim. Hal ini juga akan mengakibatkan pandangan anak menjadi kabur ketika melihat objek jarak dekat, sebaliknya, pandangan anak terasa lebih jelas disaat melihat objek jarak jauh. Segera bawa anak ke dokter mata dan periksakan keluhan anak tersebut.

2. Mata Terasa Sakit dan Mudah Lelah

Umumnya, mata anak penderita hyperopia akan mudah terasa sakit seperti nyeri dan juga mudah lelah. Jadi, jika anak Anda terlihat sering mengerutkan dahi, memejamkan mata atau mengusap/mengucek mata, cepat periksakan mata anak ke dokter spesialis mata.

3. Sering Sakit Kepala

Karena kesulitan pada saat melihat objek jarak dekat, anak menjadi sering memaksakan fokusnya dalam waktu yang lama pada saat melihat objek. Mata anak pun menjadi mudah lelah dan bisa menyebabkan rasa pusing/nyeri di kepala.

Hyperopia pada anak dapat diatasi dengan beberapa cara, seperti menggunakan kacamata, melatih pola hidup sehat dengan banyak makan sayur dan buah yang mengandung vitamin A dan zat lainnya yang baik untuk mata, serta melatih kesehatan mata anak. Jika anak Anda termasuk yang sulit mengonsumsi sayur atau buah, Anda bisa menggantinya dengan memberikan vitamin mata Eyevit yang mengandung bilberry, luthein dan zeaxhantin, yang baik untuk kesehatan mata.

Copyright 2017 @ Eyevit
Disclaimer